Apa yang Dilakukan Desainer Grafis

Kembali menulis di blog ini, saya sempat lupa akan tema-tema yang ingin saya tulis sebelumnya. Jadi membuka kembali lembaran baru, disinilah saya akan menyambung dan merealisasikan apa yang telah dijanjikan sebelumnya: yaitu membahas orang dibelakang sebuah desain grafis, yaitu sang desainer grafis. Mungkin perlu disepakati bahwa tidak semua orang dibelakang sebuah desain grafis adalah seorang desainer. Namun guna memperindah kalimat, maka saya tulis demikian walaupun seratus persen saya sadar tidak seperti itu kenyataannya. Benarkah demikian?


Dalam menyatakan pandangan saya, saya berangkat dalam sebuah pandangan sederhana bahwa yang dimaksud desainer grafis adalah seorang desainer dengan medium grafis, atau lebih jelas lagi, desainer grafis adalah desainer yang bekerja dalam medium gambar dan tulisan. Jadi pekerjaan yang dilakukan sangatlah beragam, dari membuat logo, membuat iklan, materi publikasi, sistem tanda ataupun membuat tampilan aplikasi digital. Nah, bicara pekerjaan kental dengan benda yang dihasilkan, jadi sudah cukup pembahasan mengenai output dari sang desainernya, tapi sekarang kalau kita bicara lebih detail lagi, apa sih yang benar benar dilakukan oleh desainer, ataupun yang dikerjakan sang desainer, pembicaraan meluas lagi.

desainer grafis adalah desainer yang bekerja dalam medium gambar dan tulisan.

Dalam upaya membatasi tulisan saya kali ini, saya akan memperkenalkan seorang desainer yang bisa dikatakan sebagai pencetus istilah ‘desainer grafis’. Sosok orang itu adalah Willliam Addison Dwiggins. Dwiggins menggunakan istilah tersebut untuk ‘melabeli’ dirinya sendiri. Siapa sangka, label itu digunakan secara luas, bahkan terlalu luas sampai ‘kegunaan’ label itu sendiri pun tidak seperti tujuan awalnya.

Desainer grafis adalah istilah yang ia gunakan untuk menjelaskan orang-orang yang mendesain untuk media-media cetak pada saat itu. Pada tahun 1922, ada banyak sekali praktisi yang berhubungan dengan desain, seperti arsitek, desainer produk, desainer interior, ataupun desainer industrial. Dwiggins kemudian menggunakan kata desainer grafis untuk membedakan dirinya dengan desainer-desainer pada ranah-ranah lainnya. Istilah desainer juga digunakannya untuk membedakan dirinya dengan orang-orang dibelakang layar lainnya dari sebuah media cetak, seperti tekhnisi cetak, typesetter ataupun operator cetak itu sendiri. Desainer adalah sosok yang berbeda dengan orang-orang yang terjun pada proses produksi dari desain itu, karena seorang desainer belum tentu terjun tangan sendiri dalam setting font, ataupun mencetak sendiri desain-desainnya.

graphic designer-01

‘Peran’ yang dimainkan oleh Dwiggins sebagai seorang desainer grafis adalah bertemu dengan klien, mendesain dan bertemu dengan produsen desainnya. Disini peran desainer adalah sebagai seorang perantara, yang mempertemukan klien dengan desain, lalu desain dengan produsen. Seorang desainer perlu memahami klien untuk dapat mendesain sesuatu yang ‘sesuai’ dengan brief, dan perlu memahami aspek-aspek produksi agar dapat membuat desain yang relevan dan kontekstual. Tidak heran apabila ‘peranan’ seorang desainer adalah peranan yang disatu sisi humanis namun juga mekanis disisi lain.

peranan seorang desainer adalah peranan yang disatu sisi humanis namun juga mekanis.

Lanjut hampir satu abad kemudian, kata desainer grafis adalah salah satu kata yang sering sekali digunakan dan seolah kehilangan ‘glamor’nya (jika kata itu pernah memiliki glamor sedikitpun). Istilah desainer grafis umumnya muncul ketika dibutuhkan sebuah istilah atau label untuk menamai sebuah profesi yang berbeda dengan seorang printer, typesetter ataupun technician. Trend ini juga mulai terlihat ketika banyak orang yang diberikan label desainer grafis merasa pekerjaan yang mereka lakukan tidak sama dengan desainer grafis ‘lain’nya, hingga akhirnya muncul lah nama-nama seperti brand designer, web designer, icon designer, motion graphic designer, packaging designer, dan bahkan yang terdengar agak aneh print designer (karena awalnya desainer grafis adalah desainer yang dikhususkan ke medium cetak atau print, jadi ‘memisahkan’ diri dari label graphic designer menjadi print designer sebenarnya tidak merubah banyak hal.)

Ok. Saya perlu sedikit menarik diri sebelum lari dan menkritik modernisme dan pengaruh negatifnya.

Kembali ke topik tulisan kali ini, apakah fungsi atau komponen kerja dari seorang desainer grafis memang sama seperti apa yang diutarakan Dwiggins? Kita bisa melihat job desc kita masing-masing. Dulu ketika saya masih menjadi seorang ‘inhouse designer’, ketiga aspek tersebut saya jalankan semuanya, tapi untuk teman-teman yang mungkin bekerja di tim yang lebih besar, yang memiliki seorang ‘account executive´ atau seoryang ‘FA Artist’, saya rasa zaman memang sudah berubah dibandingkan zaman Dwiggins dulu.


Memasuki obrolan yang lebih praktis, mana sih yang lebih baik? Sama aja sih rasanya, dan terus terang aja, saya rasa nggak berfungsi banyak juga memahami pandangan ini secara personal. Anda tidak bisa menggunakan definisi dari Dwiggins ini untuk menuntut gaji lebih ke bos anda, karena toh, memang anda sudah sepakat dengan gaji yang diberikan dengan job desc anda itu. Jadi jangan bawa-bawa atau jadikan Dwiggins ketika anda minta kenaikan gaji.

Obrolan praktis yang lebih serius, saya merasa memahami pandangan ini secara tidak langsung mempelajari sedikit kewajiban-kewajiban yang ada ketika label pekerjaan itu mulai muncul. Sebagai seorang desainer grafis, saya bangga dengan apa yang saya kerjakan. Saya senang bertemu dan belajar bersama dengan klien, saya pun senang nongkrongin operator ngeprint (yang ramah dan baik) sampai tidak tidur, dan sudah pasti saya suka mendesain. Secara independen dan freelance, saya rasa apa yang anda kerjakan pasti sama dengan apa yang saya kerjakan. Tapi sebagai seorang yang belum bekerja sebagai desainer, ambil-lah paduan Dwiggins sebagai pedoman untuk melatih ‘life skills’ anda kelak sebagai desainer.


Bacaan lebih Lanjut:

Designishistory.com

Pioneers of Modern Graphic Design: A Complete History oleh Jeremy Aynsley.

Advertisements