Tentang 1162.

Tepat pada tanggal dua Mei ini, adalah hari ‘pertama’ saya terlepas dari gemuruh perkuliahan 1162. Pada kesempatan kali ini saya ingin memberi ruang untuk so called refleksi dan juga evaluasi terhadap apa yang telah saya lakukan baik di kampus dan juga di blog ini.

Sejak Januari 2017. Sukses ditulis dan dipublikasikan 9 artikel. Kalau dirata-ratakan, mungkin 2 artikel setiap bulannya. Berbicara jumlah, mungkin sangat minim dibandingkan blog-blog atau website yang bisa secara intensif menulis setiap hari. Tapi buat saya secara personal, bisa menulis secara konsisten saja sudah merupakan achievement tersendiri.

Tulisan-tulisan mendasar, seperti “apa itu desain”, “apa itu desain komunikasi visual” dan “apa itu desain grafis” menjadi momen ‘favorit’ pribadi saya, karena dalam kesempatan itu, saya dapat mempertegas perspektif saya dan pandangan saya akan dunia saya sendiri. Tulisan mengenai kontribusi desain dan desainer (yang ditulis dalam beberapa format yang berbeda) juga merupakan tema-tema eksploratif yang memang beresonan dengan apa yang saya pelajari (dan ajarkan) di semester ini. Sedangkan tulisan yang sedikit membahas sejarah sangat menyita waktu dan tenaga karena membutuhkan waktu lebih untuk menggali data-data.

Dalam setiap postingan saya di blog ini, saya mengusahakan untuk membuat sebuah grafis untuk judul. Sehingga saya mendapat ‘alasan’ untuk kembali mengulik dan juga mendesain. Walau mungkin tidak selalu menjadi hal yang menyenangkan (karena kalau ide tidak ada, ya ide tidak ada), namun selalu menjadi latihan untuk berusaha menggagas visual ditangah-tengah kemelut semester 1162.

Secara spesifik berbicara di 1162, semester ini mungkin salah satu semester ‘terpadat’ yang pernah saya dapatkan. Secara praktek, saya mendapat tanggung jawab kelas setiap hari (terkecuali hari rabu). Kelas-kelas tersebut, terlepas dari dinamika yang menyenangkan dan menantang setiap pertemuannya, menuntut persiapan tersendiri sebelumnya, yang tidak bisa dilakukan di jam kerja kantor.

Persiapan materi, koordinasi dengan tim pengajar, serta mereview tugas mahasiswa dan paper dari mahasiswa bimbingan sudah menjadi rutinitas selama empat bulan terakhir. Rutinitas yang saya harap tidak dijumpai atau ditemukan di 1163 maupun 1171 (dan semester-semester lain didepannya).

Dalam review sederhana saya sempat berniat meninggalkan kembali lahan tulis ini. Sesederhana karena ada banyak hal yang perlu ditulis, mulai dari blog ini, majalah dari seorang kawan, dokumen-dokumen jurusan, sampai thesis atau tugas kuliah lainnya. Bergumul terus menerus dengan form yang serupa namun konten yang berbeda cukup menguras pikiran.

Namun setelah lebih waras, saya putuskan untuk terus dan tetap berkarya di lahan ini. Bicara praktis, lahan ini membawa kesenangan dan tantangan tersendiri. Dapat menulis bisa dikatakan dapat menuangkan perasaan dan pikiran sekaligus. Mungkin serupa bisa dimanifestasi melalui seni lainnya. Tapi mungkin medium tulis ini menjadi salah satu obat yang cukup ampuh (selain dengan medium seni visual). Jadi kenapa harus dihentikan mengatas namakan kuota?

Tapi kita lihat saja ya sampai kapan.

Advertisements

Published by

b e a

Seseorang yang belajar desain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s