Apa itu : Information Design

Dalam upaya memperluas perspektif (saya dan juga anda), maka saya akan sedikit merangkai apa yang selama ini saya dapat dan pelajari (dan juga bawakan) mengenai information design atau kalau bahasa lokal saya : desain informasi. Tadinya mau disingkat jadi DI atau ID, tapi singkatannya agak rancu, jadi biar ndak tertukar dengan jurusan sebelah ada baiknya saya tidak singkat-singkat.

Mulai masuk kedalam topik mengenai desain informasi, sebenarnya pembahasan ini sudah bukan hal yang baru. Information Design mulai meramai dibicarakan seiring ‘ngetrend’nya pembahasan mengenai UI & UX. Hal itu disebabkan karena sedikit banyak mereka memiliki relasi. Information Design merupakan salah satu komponen didalam desain UX, makannya obrolannya cukup rame (walau mungkin masih banyak terdapat miskonsepsi mengenai UI & UX itu sendiri *lirik teman kuliah*)

Nah tapi kenapa masuk dalam pembahasan di blog saya? Ya karena sedikit banyak tiga istilah tadi ada urusannya sama desain, termasuk desain grafis.


Mengulang dan meminjam apa yang sebelumnya saya kemukakan : Desain Grafis adalah desain menggunakan gambar dan huruf. Jadi ketika ‘barang’ dari UI&UX serta information design  itu berupa sesuatu yang memiliki gambar dan huruf, ya boleh lah ya saya ulas sedikit.

Tapi apakah yang termasuk dalam information design itu desain-desain digital seperti website? Nah, disini saya berani berkata tidak. Sebelumnya mari kita tengok sedikit apa yang dimaksudkan dengan information design dari Society for Technical Communication.

“… the translating [of] complex, unorganized, or unstructured data into valuable, meaningful information.”

Cukup sederhana dan mendasar ya sebenarnya. Information design adalah kegiatan atau proses desain yang menyederhanakan data yang kompleks menjadi informasi yang berarti. Namun definisi ini tidak serta merta mengatakan data yang kompleks dan tidak terorganisir itu adalah data yang tidak bermakna ya.

Saya pribadi melihat ‘bermakna’ disini muncul ketika seseorang yang tadinya ‘malas’ melihat data tersebut kemudian terajak untuk melihat sebuah informasi yang telah ditata secara baik. Kemudahan yang ditawarkan dengan information design yang baik mampu membuat seseorang yang tidak tertarik akan data itu (tidak memiliki makna), menjadi sadar dan akhirnya data itu akan memiliki makna karena dikonsumsi atau dipahami.

Selanjutnya mari sedikit membahas ‘alat’ untuk information design itu. Disini yang akan saya tawarkan adalah desain grafis. Karena saya melihat kegunaan desain grafis dalam information design sangat efektif dan juga efisien. Pada akhirnya informasi disampaikan secara verbal maupun tidak verbal. Ketika tidak tersampaikan dengan verbal, maka apa lagi cara untuk memberikan informasi kalau tidak secara graphe?

Ketika kita sepakat bahwa tujuan information design adalah menyederhanakan data dengan (cara) desain grafis, selanjutnya yang perlu saya tekankan adalah produk atau barang yang dihasilkan atau merupakan wujud dari information design. Disinilah mulai menarik, karena salah satu tujuan atau kepentingan dari desain grafis adalah memberikan informasi, maka bisa dikatakan ‘output’ dari information design sangat banyak dan dekat dengan obyek hasil desain grafis. Mulai dari brosur, poster, website, tampilan aplikasi, buku, majalah, signage, dan benda-benda desain grafis lain yang belum sempat saya pikirkan.

information design-03.jpg
Ceritanya membuat diagram, yang tentunya merupakan output desain grafis dengan kepentingan informatif jikalau anda buru-buru dan tidak membaca tulisan diatas.

Begitulah kira-kira perspektif saya berdasarkan pengalaman praktis saya yang cukup praktis dan pengalaman teoritis yang nyatanya tidak hanya teori.

Berusaha menutup dan menyimpulkan postingan kali ini, mungkin saya ingin secara literal dan eksplisit mengajak pembaca, untuk melihat apakah desain grafis memang cuma ‘gitu-gitu’ aja? Karena setelah melewati beragam interaksi yang saya alami selama di ruang akademik, saya melihat bahwa banyak kemungkinan-kemungkinan yang terbaca namun tidak ditindak lanjuti. Oleh karena itu obrolan-obrolan kecil itu saya bawa dalam obrolan yang sedikit lebih luas, yaitu secara online.

Memang, desain grafis tidak akan menaikan indeks saham perusahaan anda, atau tidak akan menyembuhkan AIDS maupun kanker. Tapi mungkin perlu sedikit diperhatikan bahwa ‘medium’ melacak pergerakan nilai saham anda maupun dalam urusan-urusan medis, ada manifestasi desain grafis juga. Memang, tidak disebut dan tidak perlu disembah-sembah juga, tapi ketahui saja, ada loh orang-orang (seperti saya) yang ingin hidup anda lebih nyaman dengan menata informasi yang anda butuhkan dengan lebih baik.

Selamat mengakses informasi lebih lanjut. 😉

Advertisements

Published by

b e a

Seseorang yang belajar desain.

One thought on “Apa itu : Information Design”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s