Warna: Newton & Goethe

Halo, selamat hari kenaikan Yesus Kristus atau Isa Almasih.

Oke, kembali lagi yak. Hari ini gue akan sedikit ngebahas tentang Newton & Goethe. Nah lho. Mungkin mayoritas akan lebih tahu tentang Newton itu siapa, tapi untuk Goethe mungkin nggak semuanya familiat. Boleh digoogle dulu buat yang gatau, karena gue ga akan bahas mendetail tentang Goethe nya sih.

Nah, Newton & Goethe keduanya merupakan orang-orang yang pernah berbicara tentang warna. Dalam definisi yang cukup ilmiah, warna adalah sifat yang dimiliki sebuah obyek, dimana obyek tersebut memproduksikan berbagai sensasi ke mata sebagai hasil pantulan cahaya. Jadi warna itu berasal dari cahaya, dimana cahaya tersebut turun ke obyek, kemudian dipantulkan, dan kemudian kita lihat melalui mata kita.

color-and-light

Nah, si Newton dan Goethe itu ada sedikit perbedaan pendapat mengenai pantulan cahaya yang masuk ke mata kita. Jadi asal muasalnya Newton menaruh sebuah prisma dideket jendelanya, dan prisma tersebut membiaskan sebuah spektrum warna di temboknya. Newton kemudian mengambil prisma yang mirip dengan prisma pertama, dan memposisikannya dekat spektrum warna itu, sehingga spektrum warna tersebut terbiaskan menjadi ‘cahaya’ lagi.

Prisma-lightSpectrum-goethe.gif

Prisma ini nggak menghasilkan warna, dan nggak ‘mempunyai’ warna juga, alias tembus pandang. Tapi Prisma ini membiaskan cahaya sehingga kita bisa ‘melihat’ warna. Warna yang dihasilkan adalah merah, oren, kuning, hijau, biru dan ungu. Newton kemudian ‘memetakan’ warna-warna tersebut kedalam sebuah lingkaran, dimana warna disusun bertolak belakang dengan warna yang ‘komplementer’. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan kontras optis dengan menyandangkan sebuah warna dengan warna ‘komplementer’nya. Inilah asal muasal ide mengenai lingkaran warna.

Newton's_color_circle.png

Gambar diatas adalah gambar lingkar warna yang dihasilkan oleh Newton. Kalau kita perhatikan pembagiannya nggak bener-bener sama besarnya, ada perbedaan-perbedaannya. Terus apa hubungannya sama Goethe? Nah si Goethe bilang kalau kasus yang dilihat Newton itu kasus yang khusus. Dalam eksperimen serupa Goethe, dia mendapatkan hasil yang berbeda dengan Newton. Dia membiaskan cahaya ke kertas putih, bukan ke tembok, dan ia mendapat hasil yang berbeda. Goethe kemudian menggeser kertas putih tersebut menjauh dari prismanya. Setelah sampai ke jarak tertentu, maka hasil pembiasan prisma tersebut menjadi seperti apa yang Newton dapatkan.

Goethe kemudian banyak mengadakan eksperimen dan juga penelitian mengenai warna itu sendiri. Goethe juga membuat sebuah lingkaran warna yang sampai sekarang sering digunakan dalam pendidikan dasar seni ataupun desain grafis.

Goethe,_Farbenkreis_zur_Symbolisierung_des_menschlichen_Geistes-_und_Seelenlebens,_1809.jpg

Ada beberapa pembahasan yang cukup ilmiah mengenai eksperimen yang dilakukan Newton dan Goethe, tapi gue sendiri nggak bener-bener menyimak untuk mempelajari keduanya. Yang gue cukup ketahui dan pelajari ya ini, tentang apa sih sumbangan Newton terhadap seni, dan apa sumbangan Goethe terhadap seni. Buat gue, gue nggak mempermasalahkan siapa yang bener ataupun siapa yang lebih hebat. Setiap orang punya kontribusi yang berbeda-beda.

Goethe juga akhirnya menulis buku tentang teori-teori warna. Salah satu hal menarik buat gue adalah, Newton melihat cahaya sebagai karakter atau sifat ilmiah semata, sedangkan Goethe menilai bahwa warna terbentuk juga karena persepsi manusia itu sendiri. Newton melihat lebih ke sensasi, dan Goethe ke persepsi. Itu juga yang akhirnya membuat Goethe sedikit berbicara mengenai asosiasi sebuah warna terhadap sifat-sifat tertentu. Nah ini bisa gue bahas lagi selanjutnya.

51pb9bsp6xl-_sy344_bo1204203200_

Buat sekarang, kayaknya segini dulu aja deh. Sebelumnya gue pernah bahas isu ini di akun youtube gue yang lama. Berikut link videonya kalau yang pengen tau, isinya kurang lebih sama.

Gue berencana buat ngebahas lebeih lagi mengenai warna dalam postingan selanjutnya. Semoga bisa kelakon ya. Untuk sekarang gue undur diri dulu. Ada beberapa tugas ujian yang harus gue lakuin kalau gue mau lulus kuliah yang bener. Sampai nanti lagi ya. Selamat berlibur.

Advertisements

Published by

b e a

Seseorang yang belajar desain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s