Mad Max

Hidup secara Max

Ok. Hari ini terus terang aja nggak banyak hal yang terlintas di kepala gue. Haha. Boong sih. Kebayang tapi nggak yakin bener-bener bisa berguna aja sekarang. Maksudnya apa? Ketika gue ambil komitmen buat nulis 750 kata setiap hari, gue berharap buat bisa nulis bebas – fiksi, artikel atau bahkan isu-isu yang lagi terlintas aja. Nggak ada ekspektasi buat nulis sampai berhalaman-halaman. Nah, halaman-halaman itu lah yang muncul di kepala gue sekarang. Gue kebayang cerita, kebayang visual, kebayang buku, finishing, layout, plot yang agak kompleks, tapi buat tujuan gue sekarang kayaknya nggak relevan. Gue mau latihan nulis, bukan mbikin proyek berbulan-bulan. Setidaknya nggak sekarang.

Pada dasarnya gue ngrasa gue suka banget eksperimen dan eksplorasi tentang apapun yang gue pengen lakukan, tapi ya people grow. Ada faktor-faktor baru yang ‘melarang’ kita buat terus bermain seperti itu. Gue kemaren sempet pengen bikin blog; tapi ya belum kebayang juga. Gue pernah punya blog di wordpress, posterous, blogspot. Banyak, tapi nggak lanjut. Yang paling lanjut di tumblr, tapi gue sendiri gatau arahannya kemana, tapi malah jalan terus. Heran sih.

Yaaa orang suka ngomong kita harus tau kita mau kemana; heck, gue pun ngomong begitu. Tapi gue coba buat berhenti dan mempertanyakan pemikiran gue itu:

Apakah kita perlu sebuah arah?

Ok, ok. Coba denger (atau baca) omongan gue dulu. Banyak ga sih orang-orang yang Cuma go with the flow, nggak tau mau ngapain, tapi bisa aja sukses? Menurut gue bisa aja, Think about it. Mari sejenak kita lupakan yang namanya ide, kreativitas, hasrat, arah. Ada satu film yang gue suka banget belakangan ini: Mad Max – Fury Road. OK, gue suka banget penampilan Tom Hardy, jadi mungkin emang subyektif, tapi ya kan memang opini dan preferensi gue aja. Gue juga suka visual-visual yang ada di film ini. Keren kalau kata orang-orang. Nikmat kalau kata gue.

Buat yang belum nonton, ya silahkan tonton. Yaa tapi lanjut mbaca juga nggak apa, karena gue nggak akan spoil apa-apa juga. Ada satu quote dari Max yang ngena banget, walau gue nggak afal banget tapi gue tetep bisa keinget perasaan gue ketika line ini muncul.

mad max looking at wasteland
Mad Max opening scene

“I am the one that runs from both the living and the dead. Hunted by scavengers, haunted by those I could not protect. So I exist in this wasteland, reduced to one instinct: survive.”

Boom. Mind blown. Seriously. Di quote ini ada beberapa hal yang menarik, pertama dia njelasin posisi dia itu gimana: dia lari, lari dari yang hidup, dan yang mati. Sesuatu yang kontras, dia nggak mau didekati keduanya. Dia lari dari keduanya. Berlari; pergerakan yang cepat,  bener-bener sebegitunya dia entah takut, entah nggak suka, entah jijik atau  apa, dia berlari dari yang hidup dan yang mati. Kenapa buat gue ini menarik? Karena dia bicara sebuah semangat, walaupun mungkin didasari ketakutan, didasari kebencian, didasari hal-hal negatif, tapi dia memutuskan satu hal: berlari.

Bagian kedua juga cukup menarik, diburu dan dihantui, oleh karena itu dia tinggal dalam wasteland, kalau di bahasa Indonesiakan: gurun, atau kalau terjemahan yang gue lebih suka: tanah kosong. Diburu dan dihantui dan oleh karena itu dia hidup di tanah kosong, dia hidup dengan kehampaan, dia hidup tanpa apa-apa, sangat rapuh dan bisa ‘diserang’ sewaktu-waktu tanpa perlindungan, tanpa tempat persembunyian. Disini dia nggambarin betapa dia sangat rapuh, dan kemudian disusul dengan bagian terakhir, hanya ada satu insting yang tersisa: bertahan.

So here’s my standpoint: Kadang kala kita hidup nggak tau mau kemana, kita takut, kita ragu, kita lemah, kita rapuh tapi at the end of the day kita punya pilihan: kita bisa secara ekstrim memilih untuk mati, atau ya hidup. Itu pilihan kita. Kita bisa memilih untuk terus bertahan hidup, bertahan ditengah-tengah kelemahan dan segala hal-hal negatif di sekitar kita.

Jadi kalau sekarang gue ngrasa gue lagi nggak punya arah, gue selalu ‘dikuatkan’ dengan pemikiran ini. Gue harus bertahan. Gue akan bertahan dan mungkin kelak gue akan mendapat arah itu. Entah mendapatkan sendiri, ataupun diberikan arah itu oleh orang lain, tapi gue bertahan. Bertahan dengan segala kekuatan gue dan perform ague, bertahan supaya apa yang gue miliki ga berkurang tanpa alasan jelas, gue memilih buat hidup untuk hari esok, walaupun gue nggak tau besok gue mau apa. Kalau harus sedikit berbicara mengenai keyakinan dan kepercayaan gue pribadi, gue percaya besok atau kelak, hal-hal baik itu akan datang sendiri ke gue, dengan bentuk yang mungkin gue ga tau, tapi pasti akan datang. Yang gue harus lakukan adalah bertahan hidup, terus menjaga hidup gue, dan terus peka, terus siaga dan juga sigap untuk segala hal yang mungkin datang ke diri gue. So yeah, I’ll survive.

Advertisements

Published by

b e a

Seseorang yang belajar desain.

One thought on “Hidup secara Max”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s