Selamat Hari Sarapan!

Ada yang beda hari ini. Bukan karena gue abis potong rambut, tapi karena hari ini gue sarapan McD. Hari ini gue dapet McMuffin dari McD pas lagi on the way ke kantor, terus gue notice ada bagi-bagi gitu dari McD, jadi ya kenapa enggak? Gue terus ke kantor dengan agak macet dengan bahagia karena sudah dapet sesuatu yang baik di pagi hari #McDBreakfastDay.

Sesampainya di kantor gue mikir apa yang pengen gue bagikan dari pengalaman ini? Sudah sangat jelas gue ga bisa nraktir orang-orang Egg McMuffin, jadi apa ya kira-kira? Selesai makan, gue teringat sebuah artikel ketika gue mau buang bungkus McD gue. Yup, artikel tentang redesain kemasan-kemasan McD. Berikut gambarnya:

mcdonalds_2016_packaging
Kemasan ‘baru’ McD – bukan desain gue.

Artikel ini udah lama sebenernya, tapi saat itu ya gue cuma “oh” aja. Terus sekarang gue inget kembali sama artikel ini dan menggali sedikit dan berusaha berterima kasih ke McD dengan nulis ulasan sedikit. (Walaupun kemasannya belom masuk ke Indo).

Gue suka ‘menganalisa’ desain dari hal-hal yang super obvious, dari typografi, warna, dan gambar / illustrasi / foto. Dari gambar yang gue terima ada 2 obyek yang bisa gue ulas, pertama gelas plastiknya, kedua paperbag yang biasa buat mbungkus makanan gitu. Keduanya memiliki bahan yang berbeda. Keduanya punya karakter beda, dan tentunya fungsi yang beda. Nah, gue coba ya ulas dengan kapabilitas gue.

 


Warna

Untuk warna ‘baru’ McD, gue liat ada warna-warna baru yang muncul. Ada magenta, cyan, yellow green, orange, ungu gitu-gitu. Sepintas gue liat di mockup itu, gambarnya cukup fresh. Colorful. Tapi ini ngebuat gue bertanya-tanya sendiri. Apakah McD sewarna-warni itu? Sebagai sebuah brand yang udah kenceng banget warna merah dan kuning-nya, apakah perlu McD melepas kekuatan itu dan ngerangkul warna-warna lain? Buat kita sekarang mungkin kita bisa asosiasikan kuning merah fastfood sebagai McD, tapi dengan treatment begini, apakah hal itu tetep bisa dalam 50 tahun kedepan? Gue nggak tau. Selain itu gue ngerasa sistem warna ini keliatan keren ketika di jejer begini dan kita tetep bisa ngeliat si ‘M’ itu. Kalau gue liat benda-benda ini secara terpisah, kayak gelas lastik paling kanan bawah yang warna hijau itu, gue rasa hasilnya kurang baik. Terkadang kita fokus ke ‘grand plan’ kita, tapi hal-hal mikronya jadi ke skip gitu. Sayang banget sih.

Remarks : Gue suka warna-warnanya, tapi terlepas dari itu, does it really work?

Typografi

Kebetulan karena tidak ada ‘gambar/foto’ jadi gue bakal coba ulas masalah penggunaan aksara dengan lebih detail disini. Oh, tapi sebelum itu, coba liat foto paperbag nya disini. Warna ungu ‘McDonald’s’-nya turun yak? Jadi tidak semenonjol mockupnya, Kuningnya juga turun dan malah nggak gitu kontras. Sayang. Kalau kalian perhatiin, sebelumnya di paperbag si ‘M’ itu dikasih latar kotak merah gitu, jadinya agak ketolong jadi makin kontras. Sebuah solusi yang cukup baik dan kembali lagi, mbuat kita lebih kental ngeliat ‘M’ kuning dan warna merah di fastfood.

Ok, kali ini beneran masuk typografi. Helvetica, gede, dicacah, McD (enter) on (gede, terus di enter) ald’s. Gue belum liat praktek penggunaan aksara lain di kemasan baru ini, jadi gue akan ngomongin itu aja. Kalau kalian pertama kali liat, kalian bakal notice apa sih? Kalo gue, gue akan fokus liat tulisan ‘on’ dibanding lain-lainnya. Setelah itu gue bakal liat secara keseluruhan, oh McD ternyata.

Tapi disini terdapat dilema pribadi. McD mencacah nama mereka dan dibagi tiga. untuk ‘McD’ dan ‘on’ gue rasa works fine. Karena ‘McD’ menjelaskan namanya, ‘on’ mungkin menjadi tema / gimik baru mereka, kayak ada yang happening nih, ada yang on nih. gitu-gitu, tapi setelah itu bagian ketiga, ‘ald’s’, terasa janggal buat gue. Itu apaan broh? Nah disini letak titik dilema gue. Disatu sisi gue rasa orang sudah cukup pinter buat asosiasi-in ald’s itu sebagai bagian nama dari brand tersebut, jadi ya peduli amat, tapi disatu sisi itu tetep nganggu sih. Seperti sesuatu yang nggak diulik aja. Seperti ‘terpaksa’ ada makannya disitu, beda banget perancangannya sama baris pertama dan kedua. Jadi gue gatau harus bilang ini hal positif atau negatif buat gue. Masih bingung.

Gue juga belum ngomong masalah penggunaan Helvetica. Please, haruskah? Karena gue ngerasa untuk sebuah brand yang kuat / kental, turun menggunakan Helvetica, yang terkenal ‘generik’ itu seperti sebuah penurunan. Banyak yang merasa Helvetica itu huruf terbaik secara fungsi, tapi apakah se-terbatas itu perbendaharaan huruf mereka? Ya mungkin memang Helvetica udah jadi bagian dari brand mereka, tapi apakah harus dipampang sebegitunya? Buat gue itu vulgar. Vulgar sekali.

Remarks : Sorry, bukan buat gue.


Ok, gue minta maaf kalau ini terkesan sebuah ‘hate’ post atau apa, tapi percayalah, nggak gitu. Gue suka McD, pagi ini gue sarapan McD, Minggu lalu gue makan McD, tahun ini gue makan McD lebih banyak daripada gue makan Indomie. Oh Indomie..

Kalau gue boleh tarik kesimpulan disini, gue rasa redesain kemasan McD bukan redesain yang buruk sebenernya, cuma karena ya dia McD, gue punya ekspektasi yang tinggi banget, dan eksekusi mereka secara form gue rasa nggak sebanding sama nama mereka yang udah gede aja. Sorry. Kalau seumpama yang redesain ini fastfood lain yang baru, atau mungkin sudah kurang terkenal kayak Texas Chicken atau CFC, gue rasa itu menjustifikasi segalanya.

Sekian dari gue. Gue bentar lagi kelas nih. Sampai nanti lagi. Salam, Have a nice day. Jangan telat kelas ya.

200px-CFC_logo.svg
CFC – bukan desain saya

 

Advertisements

Published by

b e a

Seseorang yang belajar desain.

One thought on “Selamat Hari Sarapan!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s