House of Type – HT Shift.

Buat kalian yang nggak tahu, pada tanggal 26 dan 27 Februari lalu ada ‘pameran’ / ‘seminar’ di Galeri Salihara, Jakarta Selatan. Hajatannya House of Type, di support sama Arco Labs. Berikut posternya.

final-poster-preview-copy-12
Poster Acara – bukan gue yang desain.

Nah, gue dapet kesempatan buat bisa hadir di acara tersebut bareng sama teman-teman dosen dan juga mahasiswa lainnya. Gue dateng di hari kedua, hari sabtu, pas malam minggu. Asik ya? Gue ikut acara Diskusi ‘Man & Machine’ yang dibawain sama Rio Adiwijaya dan dimoderasi sama Yasser Rizky, terus acara kedua Typography Talk dibawain sama Khaerun (sang desainer, more on that) & Christo Wahyudi. Dalam skala 1 – 10, mungkin gue rate acara keseluruhan 78/9. Keren, tapi belum 87/9.

Jadi gue tarik mundur dulu. Acara ini diselenggarakan sebagai ‘peluncuran’ sebuah typeface baru, ‘HT Shift’ di desain oleh Khaerun dan juga event pertama kalinya gue denger si House of Type ini. Jadi di Galeri Salihara itu ada serangkaian artwork, dan juga beberapa poster-poster yang menarasikan si ‘HT Shift’ ini. Bisa dilihat di foto amatir gue dibawah ini.

This slideshow requires JavaScript.

Sebenernya apa sih ‘HT Shift’ ini? Pas diliat awal-awal sih ya gitu deh, huruf. Kenapa bisa masuk galeri? Bingung juga, makannya gue dateng dan ga malam mingguan. haha. Basicly huruf ini unik buat gue, pas pertama kali gue liat undangan yang dikasi ke gue, gue cukup ‘terpukau’ sama desain undangannya yang memakai ‘HT Shift’ ini. Pas pertama kali gue liat ini, yang kebayang di otak gue langsung. EKSPERIMENTAL. Which turns some people on, dan beberapa enggak. Kalo gue, gue tertarik.

Dalam beberapa aksara yang gue bisa perhatikan, gue nemu beberapa aksara yang unik, seperti huruf ‘u’ yang bener-bener huruf ‘n’ tapi dibalik, jadi aneh/unik, tergantung preferensi masing-masing. Terus gue juga liat gimana huruf kecil ‘a’ sama ‘e’ itu beda karakter banget. ‘a’ nya mirip sama huruf futura awal-awal, dan ‘e’ nya ya ‘e’ biasa. Kayak Gotham mungkin.

Lucu ya? Buat gue sih berani, karena ya ini kan sebuah eksplorasi bentuk, dan bentuknya bisa dikatakan nggak umum. Salut. Terus ada beberapa ligatur yang dipakai dalam desainnya, dan gue yang ada ‘secret crush’ sama ligatur-ligatur, juga bisa dikatakan terpikat sama HT Shift ini. If you’re looking an experimental (Indonesia-made) typeface, HT Shift is a must see! Oh ya, dan enggak, gue nggak di endorse dan gue nggak punya typefacenya, jadi jangan tiba-tiba minta gue. haha.

Terus kita balik lagi ngomongin acaranya, ada di acara pertama, ‘Man & Machine’, gue pribadi menangkap dan merefleksikan kehidupan gue sebagai manusia sekarang. Ada sebuah pernyataan kurang lebih ngomongin tentang gimana teknologi, yang seharusnya kita utilize, kita manfaatkan, sekarang malah ‘mendikte’ atau ‘mendrive’ kita. Kita ada di posisi dimana kita disetir sama teknologi dalam keseharian kita, baik karena kita suka dan ‘ketagihan’ ataupun karena tuntutan. Hal itu terjadi mungkin karena kita ‘take things for granted’. Kita lihat teknologi, ya kita pakai aja, nggak mikir panjang. Begitu juga dengan aksara atau huruf, they simply exist. Kita nggak tahu kenapa mereka ada, atau gimana mereka memfasilitasi kehidupan global dan ‘modern’ kita. Makannya mungkin orang mundur dan bertanya ke Khaerun, “lu pameran font????”

20160227_170313
Baju Kuning, Rio Adiwijaya; Baju Hitam, Yasser Rizky; Baju Abu-abu, Khaerun.

Acara kedua, Typography Talk sama Christo & Khaerun. Nah ini seru. Sebelumnya gue udah merasa kenal sama Christo dan suka ngobrol bareng, gue lihat Christo dalam typografi, ada preferensi pada typografi yang terstruktur, fungsional, legible, dll. Dan ketika gue tau dia ikut ngomong di acara ini, dimana undangannya aja cukup eksperimental dan mungkin ada poin-poin ‘huruf rapi’ yang nggak dimiliki ‘HT Shift’, gue penasaran. “Christo mau ngomong apa ya disini?” Udah deh. I’m sold.

Dalam acara kedua ini, Christo diminta opini dan pendapatnya tentang ‘HT Shift’, dan gue lihat dialog antara Christo, Khaerun dan Yasser sangat menarik. Gue ngeliat orang rapi & orang selengek-an, gue liat langit, gue liat bumi, gue liat terang, gue liat gelap, gue liat jedi, gue liat sith, gue liat modernis, dan gue liat postmodernis.

20160227_202215
Yasser & Khaerun dalam Typography Talk (Maaf, Christo nggak ke foto)

Sebagai orang yang terbiasa dididik dengan aliran typografi rapi gue cukup terbuka matanya dengan acara ini, gue ngeliat sisi lain dari typografi, dan gue ngeliat gimana sisi sana bukanlah sisi yang ‘jelek’ atau tidak ‘matang’, dan gue tertarik juga untuk menyebrang kesana, dan melihat apa yang bisa gue bawa pulang. Ada beberapa pertanyaan-pertanyaan yang muncul, dan selama perjalanan pulang gue banyak mikir, dan gue enjoy banget acara ini. Gue belajar gimana cara mengapresiasi kembali huruf yang eksistensinya udah kental banget sama kehidupan gue. Gue belajar ngeliat lebih dari sebuah bentuk, tapi juga gimana bentuk itu terwujud. Gue ngeliat gimana tanggung jawab desainer itu ada dalam karya-karya desainnya.

Sukses terus buat ‘HT Shift’, buat House of Type, buat Khaerun dan rekan-rekan semua. Salam, Have a great day.

 

Advertisements

Published by

b e a

Seseorang yang belajar desain.

One thought on “House of Type – HT Shift.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s